JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang baru: kantin sekolah bisa menjadi dapur produksi Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah terobosan yang muncul dari rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung hampir dua jam.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa Presiden secara langsung meminta jajarannya mengkaji skema implementasi MBG di luar jalur yang selama ini berjalan. Selama ini, Peraturan Presiden Nomor 115 hanya mengakomodasi satu skema, yakni melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun Prabowo memberi sinyal terbuka. Ia meminta BGN tidak terpaku pada satu opsi. Jika ada alternatif yang layak, berkualitas, dan efisien, maka harus dikaji secara serius sebelum diajukan kembali kepadanya untuk diputuskan.

Kantin sekolah menjadi salah satu alternatif yang kini sedang dijajaki. Konsepnya sederhana: memanfaatkan fasilitas yang sudah ada tanpa perlu membangun dapur baru. Prinsip ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan efisiensi anggaran tanpa mengurangi target penerima manfaat.

Langkah ini juga relevan dengan kondisi di daerah 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal—yang selama ini menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi MBG. Di kawasan tersebut, membangun titik dapur baru bukan hanya mahal, tetapi juga tidak selalu realistis secara logistik.



Follow Widget