Ia menolak gagasan bahwa swasembada pangan dan energi cukup diselesaikan dari sisi hulu saja. Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, dan irigasi, sebagaimana swasembada energi juga tidak melulu soal kemampuan memenuhi kebutuhan sumber daya.

Yang sama pentingnya adalah jaringan distribusi yang lancar dan baik, sebab energi pun harus bisa menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif. Logikanya sederhana: produksi tanpa distribusi yang efisien hanya akan menumpuk biaya logistik di tengah jalan.

Prabowo menyampaikan tekad untuk memastikan tidak ada lagi wilayah Indonesia yang tertinggal hanya karena keterbatasan infrastruktur. “Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” ujarnya.

Soal harapan jangka panjang, Presiden tidak berhenti di seremoni peresmian. Ia meminta kepala daerah menjaga infrastruktur yang sudah dibangun, sekaligus mengajak mereka memanfaatkannya sebaik mungkin untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga dan memanfaatkan infrastruktur dengan sebaik-baiknya. Dalam tahun-tahun yang akan datang kita akan tingkatkan biaya untuk pembangunan di seluruh daerah-daerah sampai ke desa-desa,” kata Prabowo. Pesan ini sekaligus jadi sinyal bahwa anggaran infrastruktur daerah berpotensi terus membesar ke depan.



Follow Widget