JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menggelar konferensi pers yang berlangsung lebih dari satu jam, membongkar sejumlah temuan mengejutkan di balik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai dari dapur yang tidak higienis, pegawai yang terlibat judi online, hingga kisah haru seorang siswa SD yang menyimpan burger untuk ibunya yang belum pernah merasakan makanan itu.

Konferensi pers yang sedianya dijadwalkan pukul 13.00 itu molor lantaran sejumlah kegiatan mendadak yang harus dihadiri Sudaryono. Namun begitu dimulai, ia langsung menyajikan data dan pernyataan tegas yang menjawab berbagai sorotan publik terhadap program unggulan pemerintah itu.

BGN, kata Sudaryono, berkomitmen penuh pada prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan. Komitmen ini bukan sekadar slogan. Sejak dilantik, pihaknya langsung menerapkan sanksi keras terhadap setiap dapur yang terbukti menyebabkan keracunan, mulai dari penangguhan operasional, pencopotan kepala dapur, hingga pemberhentian status ASN P3K.

Kasus keracunan memang terus menjadi perhatian utama. Dalam beberapa pekan terakhir, insiden keracunan terjadi di SMK 6 Semarang, Jayapura, Jepara, Yogyakarta, hingga Bogor. Wakil Kepala BGN langsung diterbangkan ke Jayapura bersama Wakil Menteri Dalam Negeri untuk memastikan para korban mendapat penanganan yang layak.

Data grafik yang ditampilkan dalam konferensi pers memperlihatkan tren kasus keracunan sejak Januari 2025, saat program MBG mulai berjalan. Grafik merah menggambarkan insiden terkait MBG, sementara grafik biru menunjukkan keracunan makanan di luar program. BGN mencatat tren penurunan dalam beberapa periode terakhir, meski target akhirnya tetap nol kasus.



Follow Widget