Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melaporkan bahwa capaian nasional program IJD tahun 2025 ini didukung anggaran sebesar Rp5,41 triliun. Angka itu menjangkau wilayah yang selama ini kerap luput dari prioritas pembangunan infrastruktur.

Dody menegaskan capaian ini membuktikan komitmen pemerintah bahwa pembangunan tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau seluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil, dan merata. Klaim yang, jika dicocokkan dengan sebaran 37 provinsi penerima proyek, memang sulit dibantah begitu saja.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan jalan daerah bukan sekadar aspal dan batu. Baginya, ini adalah urat nadi perekonomian rakyat.

Melalui jalan-jalan itulah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan, dan berbagai produk masyarakat bisa bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri, dan sebaliknya. Tanpa jalan yang layak, sebagus apa pun hasil bumi sebuah desa, ia akan terjebak di tempat asalnya.

Presiden juga mengaitkan pembangunan jalan dengan agenda ketahanan nasional yang lebih luas. “Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita,” kata Prabowo.



Follow Widget