Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga yang harus menghirup udara tidak sehat. Di Kalimantan Tengah, aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, belum bisa berjalan normal akibat jarak pandang yang terbatas. Pesawat-pesawat tertahan, jadwal terganggu, dan ribuan calon penumpang terpaksa menunggu kepastian.

Bandara Tjilik Riwut bukan sekadar pintu masuk ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Ia adalah nadi konektivitas wilayah yang sangat bergantung pada transportasi udara. Ketika asap menutup langit, dampak domino terasa hingga ke perekonomian dan mobilitas masyarakat sekitar.

Prabowo yang memimpin rapat dari Istana Merdeka tidak sekadar menerima laporan. Ia memberikan arahan konkret dan tegas kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Tiga instruksi utama keluar dari rapat itu: perkuat operasi darat, optimalkan operasi udara, dan lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca sesuai dengan kondisi lapangan yang terus berkembang.

Operasi Modifikasi Cuaca atau yang lebih dikenal dengan teknologi hujan buatan menjadi salah satu andalan pemerintah dalam memerangi Karhutla. Dengan menyemai awan menggunakan garam atau bahan kimia tertentu, tim BMKG dan BNPB berusaha memicu hujan di wilayah yang tengah terbakar atau berisiko tinggi. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada ketersediaan awan dan kondisi atmosfer.

Namun Prabowo tidak berhenti di situ. Presiden juga meminta jajarannya untuk menyiapkan opsi penggunaan pesawat dengan kapasitas water bombing yang lebih besar. Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat pemadaman, terutama di titik-titik api yang belum berhasil dikendalikan oleh operasi darat maupun udara yang ada saat ini.



Follow Widget