Jika konsolidasi berjalan sesuai target, dampaknya diharapkan terasa pada dua sisi sekaligus. Pertama, BUMN yang lebih ramping dan terkonsolidasi bisa beroperasi lebih kompetitif. Kedua, negara bisa mengalihkan fokus pembiayaan ke sektor-sektor yang benar-benar produktif.
Pertemuan di Kertanegara ini juga menegaskan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang ingin mengoptimalkan aset negara secara lebih strategis. Bukan sekadar mempertahankan kepemilikan BUMN, melainkan memastikan setiap entitas benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Rosan Roeslani sendiri, sejak ditunjuk memimpin Danantara, dikenal vokal mendorong transformasi besar-besaran di tubuh BUMN. Pertemuan akhir pekan ini menjadi salah satu bukti bahwa agenda tersebut terus dikawal langsung hingga ke level kepala negara.
Belum ada rincian lebih lanjut soal jadwal pasti penyelesaian konsolidasi 300 entitas BUMN maupun bentuk konkret dari rencana penguatan sektor pariwisata dan industri kreatif. Publik kini menunggu langkah lanjutan dari pertemuan ini, apakah akan segera diikuti kebijakan resmi atau peta jalan yang lebih detail.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.