Kunjungan Tito ke Manggarai Timur pada momen HUT RI ke-81 ini memiliki resonansi simbolis yang kuat. Di saat sebagian Indonesia merayakan kemerdekaan dengan pesta dan suka cita, warga NTT merayakannya dengan keteguhan — berdiri tegak di atas tanah yang baru saja berguncang, tetap mengibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan.
Kehadiran langsung seorang menteri — bukan sekadar kiriman bantuan atau pesan tertulis — adalah sinyal bahwa pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap kondisi daerah yang sedang dalam masa pemulihan. Bagi warga Manggarai Timur, itu bisa jadi salah satu hadiah kemerdekaan yang paling bermakna tahun ini.
Sementara upacara di Istana Merdeka berlangsung megah dengan segala protokolnya, di Lokong, sebuah upacara yang lebih sederhana namun sarat makna berlangsung — dipimpin oleh seorang menteri yang memilih turun langsung ke lapangan di hari yang paling bersejarah bagi bangsa ini.
Manggarai Timur, dengan segala keterbatasan dan ujiannya, membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak bergantung pada kemewahan seremonial. Cukup dengan kain songke yang rapi, bendera yang berkibar, dan tekad untuk bangkit — maka perayaan itu sudah sempurna maknanya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.