Di tengah suasana upacara yang khidmat, Mendagri juga menyempatkan diri menyampaikan keprihatinannya atas kondisi warga yang masih berjuang menghadapi dampak gempa. Ia berharap tidak ada lagi gempa susulan yang memperburuk situasi, sehingga masyarakat bisa segera kembali menjalani kehidupan normal dengan aman.

Harapan itu bukan sekadar basa-basi. Gempa yang mengguncang NTT sebelumnya telah meninggalkan jejak kerusakan yang tidak sedikit — rumah rusak, sekolah terdampak, warga mengungsi. Pemerintah pusat kini bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan darurat terpenuhi.

Usai upacara, Tito berencana bertolak menuju Dampai di Manggarai Utara — wilayah yang menurut Bupati setempat paling parah terdampak gempa dibanding kawasan selatan. Di sana, ia akan melihat langsung kondisi lapangan sebelum memutuskan langkah-langkah penanganan lanjutan.

Mendagri juga mengisyaratkan akan menugaskan Direktur Jenderal terkait untuk mendokumentasikan seluruh kerusakan yang terjadi — mulai dari sekolah yang rusak, jumlah pengungsi, hingga rumah warga yang hancur. Pendataan itu menjadi syarat utama agar bantuan dari pusat bisa disalurkan secara tepat sasaran dan terukur.

Rapat koordinasi pasca-kunjungan lapangan dijadwalkan berlangsung di Labuan Bajo. Dari sana, Mendagri dan rombongan akan menuntaskan pembahasan teknis mengenai penanganan bencana sebelum Tito kembali ke Jakarta atau melanjutkan agenda berikutnya.



Follow Widget