MAGGARAI, PUNGGAWANEWS – Dua peristiwa besar bertemu dalam satu momen: perayaan kemerdekaan dan duka pascabencana. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin langsung upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lokong, pusat pemerintahan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur — hanya beberapa hari setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut.
Suasana yang tercipta pagi itu bukan sekadar seremonial biasa. Ada kekhidmatan yang bercampur dengan keprihatinan mendalam, saat para peserta upacara mengenakan pakaian adat Manggarai — kain songke, selendang lero, hingga topi tradisional berbentuk kaviti — berdiri tegap di bawah langit Manggarai Timur yang masih menyimpan trauma gempa.
Kehadiran Mendagri di NTT bukan tanpa alasan mendesak. Selain memimpin upacara sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang tengah berduka, Tito Karnavian juga datang dengan misi konkret: meninjau langsung dampak gempa yang terjadi Sabtu lalu dan memastikan bantuan segera mengalir ke warga yang membutuhkan.
Perhatian Tito tak hanya tertuju pada agenda kenegaraan. Di sela upacara, ia secara khusus mengamati kondisi fisik anggota Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra dari Manggarai Timur. Bagi Mendagri, penampilan dan kondisi kesehatan para remaja yang bertugas itu bukan sekadar detail teknis upacara — melainkan cermin dari keberhasilan daerah dalam menangani persoalan stunting.
Tito menilai Paskibra yang sehat menjadi indikator positif bahwa program penanganan stunting di Manggarai Timur berjalan ke arah yang benar. Pernyataan itu menjadi pesan tersendiri bagi pemerintah daerah: pembangunan manusia adalah fondasi, bukan pelengkap program.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.