NIAS, PUNGGAWANEWS – Bangku sekolah reyot dan ruang kelas seadanya kini perlahan jadi cerita masa lalu di Nias Utara. Kabupaten yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) ini sedang mengalami transformasi pendidikan yang terasa langsung oleh murid dan guru di lapangan.
Perubahan itu lahir dari perpaduan tiga program pemerintah: Revitalisasi Satuan Pendidikan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Digitalisasi Pembelajaran. Ketiganya berjalan beriringan, menyentuh aspek fisik sekolah, kesehatan anak, hingga akses teknologi belajar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turun langsung memantau hasilnya. Ia meninjau pelaksanaan MBG, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), dan progres revitalisasi di SMP Negeri 1 Sitolu Ori serta SMP Negeri 3 Sitolu Ori pada akhir pekan lalu.
Mu’ti menegaskan bahwa program-program ini tidak sekadar membangun gedung. Fokus utamanya adalah memastikan kualitas layanan pendidikan yang dirasakan murid setiap hari di ruang kelas.
“Tadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujarnya, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori, perubahan paling terasa dari sisi akses internet. Sekolah dengan 154 murid ini kini terhubung lewat satelit Starlink, dilengkapi papan interaktif digital dan dukungan pasokan listrik yang lebih stabil.
Bantuan revitalisasi juga mengalir ke sekolah ini berupa pembangunan laboratorium baru, rehabilitasi ruang administrasi, serta perbaikan tiga ruang kelas. Kombinasi infrastruktur dan teknologi ini membuka jalan bagi pembelajaran yang lebih modern sekaligus aman bagi siswa.
Sementara itu, SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang memiliki 176 murid baru saja menjalani groundbreaking revitalisasi untuk tahun anggaran 2026. Sekolah ini akan mendapat ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, dan penataan lingkungan yang lebih representatif.
Dampak program ini tidak hanya dirasakan dari sisi bangunan. Para guru menyaksikan langsung perubahan semangat belajar murid-murid mereka sejak MBG berjalan.
Miteria Gea, guru SMP Negeri 1 Sitolu Ori, mengamati antusiasme anak-anak setiap kali datang ke sekolah. “Anak-anak sangat senang dengan adanya MBG. Setiap datang ke sekolah mereka antusias. Yang kami lihat juga, anak-anak jadi lebih jarang sakit dan lebih semangat belajar,” katanya.
Pengamatan serupa disampaikan Intan Marshaulena, guru IPS di SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Menurutnya, manfaat MBG terasa signifikan khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses kesehatan dan gizi.
Bagi murid, revitalisasi sekolah membawa harapan baru untuk generasi berikutnya. Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, mengaku kondisi bangunan sekolah sebelumnya sempat menjadi tantangan tersendiri dalam belajar.
“Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik,” ujarnya.
Peninjauan ini juga menjadi momen peresmian program revitalisasi satuan pendidikan secara lebih luas di Kabupaten Nias Utara. Mendikdasmen Abdul Mu’ti hadir bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga dalam acara pencanangan tersebut.
Data menunjukkan progres yang cukup signifikan. Sebanyak 33 satuan pendidikan telah selesai direvitalisasi sepanjang 2025, sementara 21 satuan pendidikan lainnya sudah ditetapkan sebagai penerima bantuan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun 2026.
Ketiga program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memeratakan kualitas pendidikan hingga ke pelosok negeri. Wilayah 3T seperti Nias Utara selama ini kerap tertinggal dalam hal akses infrastruktur dan teknologi pendidikan.
Pendekatan yang dijalankan kini menyentuh tiga aspek sekaligus: infrastruktur fisik sekolah, kesehatan anak melalui asupan gizi, dan akses teknologi lewat digitalisasi pembelajaran. Kombinasi ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pendidikan secara menyeluruh, bukan hanya dari satu sisi saja.
Transformasi di Nias Utara membuktikan bahwa perubahan pendidikan tidak melulu soal anggaran besar atau kebijakan di tingkat pusat. Yang terjadi di lapangan adalah perubahan nyata yang dirasakan murid setiap hari: perut kenyang, kelas yang layak, dan akses belajar yang lebih luas.
Bagi generasi muda di wilayah 3T, perubahan semacam ini bisa menjadi titik balik. Sekolah yang dulu mungkin terasa jauh dari kata layak, kini perlahan bertransformasi menjadi ruang belajar yang lebih menjanjikan masa depan.
FAQ
Apa saja program yang digabungkan dalam transformasi pendidikan di Nias Utara?
Tiga program utama yang berjalan beriringan adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Digitalisasi Pembelajaran yang mencakup penyediaan internet satelit dan papan interaktif digital.
Berapa banyak sekolah di Nias Utara yang sudah mendapat bantuan revitalisasi?
Sebanyak 33 satuan pendidikan telah direvitalisasi pada 2025, sementara 21 satuan pendidikan lainnya ditetapkan sebagai penerima bantuan melalui Perjanjian Kerja Sama tahun 2026.
Bagaimana dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap murid di wilayah 3T?
Menurut para guru di lapangan, MBG membuat murid lebih jarang sakit, lebih berenergi, dan lebih antusias mengikuti pembelajaran di sekolah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.