Kisah-kisah seperti ini menggambarkan bahwa koperasi bukan hanya soal angka omzet. Ia adalah mesin ekonomi inklusif yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah dan mengubah nasib mereka secara nyata.
Di tengah krisis sampah plastik yang terus menjadi sorotan global, model seperti Koperasi Pemulung Berdaya Tangerang Selatan menawarkan solusi yang elegan: bukan sekadar mendaur ulang plastik, melainkan mendaur ulang harapan dan kehidupan jutaan orang yang selama ini dianggap berada di pinggiran.
Pekerjaan ini memang kerap dipandang sebelah mata. Namun siapa yang menyangka, dari tumpukan botol bekas yang berbau dan kotor, bisa lahir omzet miliaran rupiah, lapangan kerja ribuan orang, dan kisah-kisah sukses yang menginspirasi.
FAQ
Apa jenis plastik yang diterima Koperasi Pemulung Berdaya Tangerang Selatan?
Koperasi ini hanya menerima plastik jenis PET (polyethylene terephthalate), yaitu plastik berkualitas tinggi yang biasa digunakan sebagai bahan botol minuman kemasan, karena harganya lebih stabil dan proses pengolahannya lebih mudah.
Berapa omzet yang bisa dicapai koperasi pemulung ini dalam sebulan?
Saat harga plastik sedang bagus, omzet koperasi bisa mencapai Rp1,2 miliar per bulan, dengan produksi cacahan plastik antara 120 hingga 180 ton per bulan.
Bagaimana sistem kemitraan koperasi ini bekerja?
Koperasi bermitra dengan sekitar 400 pengepul dan lebih dari 4.000 pemulung di Jabodetabek. Pengepul besar bisa mengirim 500–700 kg per pengiriman beberapa kali seminggu, sementara pengepul kecil biasanya mengirim 100–200 kg sekali seminggu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.