MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat. Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pengamanan harus diperkuat hingga ke tingkat paling bawah — dari kecamatan, kelurahan, hingga kepala desa — demi memastikan seluruh rangkaian perayaan berlangsung aman dan kondusif.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar yang digelar di Novotel Grand Shila Hotel, Jalan Khairil Anwar, Kecamatan Ujung Pandang, Kamis, 13 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menghadapi momen nasional yang selalu melibatkan ribuan warga.
Perayaan HUT RI ke-81 di Makassar dipastikan akan berlangsung semarak. Berbagai kegiatan dijadwalkan mengisi hari kemerdekaan, mulai dari pesta rakyat, aneka lomba, hingga pertunjukan seni budaya yang diperkirakan akan menarik antusiasme besar dari masyarakat dan berlangsung hingga larut malam di berbagai penjuru kota.
Justru di situlah tantangannya. Keramaian yang berlangsung hingga malam hari di banyak titik secara bersamaan membuka celah bagi potensi gangguan keamanan yang tidak bisa dianggap remeh. Aparat keamanan tidak hanya harus hadir secara fisik, tetapi juga harus mampu membaca situasi dan merespons cepat setiap potensi insiden.
Sejumlah ancaman keamanan konkret menjadi perhatian serius dalam rapat koordinasi tersebut. Kejahatan jalanan, tawuran geng motor, hingga penggunaan senjata tajam jenis busur panah masuk dalam daftar potensi gangguan yang diwaspadai aparat. Fenomena busur panah memang belakangan menjadi persoalan tersendiri di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, dan Makassar tidak lepas dari kekhawatiran itu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.