Sebelum plastik bekas ini bisa dijual kembali dalam bentuk cacahan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui dengan cermat. Begitu barang tiba dari pengirim, langkah pertama adalah penimbangan. Petugas gudang langsung menimbang setiap kiriman sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Setelah ditimbang, plastik masuk ke proses sortir yang cukup detail. Botol tebal dipisahkan dari yang tipis, yang berwarna biru dan hijau dikelompokkan sendiri, sementara botol bening berkualitas tinggi mendapat perlakuan khusus. Bahkan botol yang masih memiliki label atau tutup harus dipisahkan terlebih dahulu.
Standar kualitas ini berdampak langsung pada harga yang diterima mitra pengepul. Botol bening bersih dihargai Rp5.000 per kilogram, botol berwarna Rp1.500 per kilogram, sementara yang masih berlabel dihargai Rp1.000 per kilogram. Penetapan harga ini dilakukan secara berkala melalui survei pasar, kemudian disesuaikan dengan biaya operasional koperasi.
Plastik yang telah tersortir kemudian masuk ke mesin penghancur atau shredder. Di sini botol-botol itu dipotong kasar, dicuci bersih, lalu dikeringkan menggunakan mesin pengering berbasis uap. Setelah itu, hasil cacahan dikemas dalam karung berbobot 25 kilogram per paket sebelum siap dijual.
Dengan kapasitas produksi empat hingga enam ton cacahan plastik per hari, koperasi ini mampu menghasilkan 120 hingga 180 ton per bulan. Setiap dua hari sekali, sekitar enam ton cacahan dikirim ke pembeli. Angka-angka itulah yang pada akhirnya membentuk omzet hingga miliaran rupiah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.