Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Industri judi online terbukti adaptif—mereka berpindah domain, menggunakan VPN, dan memanfaatkan celah teknologi baru dengan cepat. Kecepatan respons pemerintah dalam menutup situs-situs baru akan menjadi ujian sesungguhnya dari efektivitas kebijakan ini.
Meski begitu, penurunan 30 persen perputaran uang adalah sinyal yang sulit diabaikan. Ini menunjukkan bahwa tekanan yang konsisten dan berlapis—dari sisi akses internet maupun perbankan—mulai menggerus bisnis judi online secara berarti.
Komdigi menegaskan bahwa upaya ini akan terus berlanjut. Pemerintah tampaknya berkomitmen untuk tidak memberikan ruang bernapas bagi industri yang telah merugikan jutaan keluarga Indonesia itu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.