Kepala BGN itu juga menekankan perlunya transparansi penuh dalam pengelolaan dapur MBG — mulai dari jam memasak, jumlah porsi yang disiapkan, hingga menu yang disajikan harus terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh ada yang disembunyikan, karena program ini menyentuh langsung kesehatan jutaan anak Indonesia.
Insiden keracunan ini menjadi tamparan keras bagi program MBG yang baru berjalan. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia itu kini tengah diuji — bukan hanya dalam hal kualitas makanan, tetapi juga dalam hal kepercayaan publik.
Bagi keluarga seperti kakek Naya, kepercayaan itu sempat goyah. Namun kehadiran langsung Sudaryono, kesediaannya mendengar, dan komitmennya menanggung biaya pengobatan menjadi langkah awal yang berarti untuk memulihkan kepercayaan tersebut.
Naya sendiri, meski masih dalam masa pemulihan, sudah tampak lebih segar saat Sudaryono berpamitan. Sang kakek melepas tamu istimewa itu dengan ucapan terima kasih, sementara Sudaryono mengingatkan semua pihak: kejadian ini harus menjadi pelajaran terakhir, bukan permulaan dari masalah yang lebih besar.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.