Di instalasi gawat darurat, Naya menerima suntikan namun reaksinya justru membuat dadanya semakin sesak. Dokter kemudian memasang infus dan Naya pun dirawat inap. Kondisinya berangsur membaik, meski perjalanan menuju pemulihan itu tidak mudah.
Sudaryono mendatangi Naya di bangsal rumah sakit, berbincang langsung dengan sang kakek yang menemani cucunya. Suasana pertemuan itu terasa hangat namun sarat rasa prihatin. Kepala BGN itu menyalami keluarga pasien, menanyakan kondisi Naya satu per satu, dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
“Saya minta maaf karena cucu Anda dirawat akibat MBG,” kata Sudaryono kepada sang kakek. Ia menyebut dirinya sebagai kepala BGN yang baru, dan insiden ini adalah yang pertama terjadi sejak ia menjabat — sekaligus harus menjadi yang terakhir.
Sudaryono tidak sekadar berkata-kata. Ia langsung meminta nomor kontak keluarga Naya agar urusan administrasi rumah sakit dapat diselesaikan. Kepada direktur rumah sakit yang turut hadir, ia menegaskan bahwa biaya perawatan seluruh korban keracunan MBG akan ia tanggung secara pribadi — bukan dari anggaran negara.
“Ini uang pribadi saya, bukan dari pemerintah,” tegasnya di hadapan para dokter dan staf rumah sakit.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.