MAGGARAI, PUNGGAWANEWS – Waktu adalah segalanya. Di tengah reruntuhan bangunan yang masih menyimpan harapan, tim SAR gabungan berpacu dengan hitungan jam untuk menemukan korban selamat pasca gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Setiap detik bermakna, dan para penyelamat itu sadar betul: jendela waktu 72 jam adalah batas antara harapan dan kehilangan.

Bencana gempa bumi dahsyat itu melanda wilayah NTT dan meninggalkan duka yang mendalam di sejumlah kabupaten. Hingga laporan terbaru dihimpun, total korban yang tercatat mencapai 90 orang — 40 di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara 50 orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah yang paling terdampak. Di sini, sebanyak 24 orang ditemukan meninggal dunia dan 22 orang lainnya menderita luka. Angka ini menjadikan Manggarai sebagai episentrum duka terbesar dalam bencana kali ini.

Tidak jauh berbeda, Kabupaten Manggarai Timur mencatatkan 11 korban jiwa dan 24 orang luka-luka. Kondisi medan yang sulit di wilayah ini menambah tantangan tersendiri bagi tim penyelamat yang harus menembus sejumlah titik terdampak yang belum sepenuhnya terjangkau.

Di Kabupaten Manggarai Barat, satu orang dilaporkan meninggal dan dua orang mengalami cedera. Sementara di Nagekeo, satu korban jiwa dilaporkan akibat dampak gempa yang terasa hingga wilayah tersebut. Adapun tiga korban jiwa lainnya dan dua orang luka tercatat dari wilayah-wilayah lain yang turut merasakan guncangan keras itu.



Follow Widget