FLORES, PUNGGAWANEWS – Tidak ada sambutan hangat di posko pengungsi itu. Yang ada adalah kemarahan seorang camat yang sudah kehabisan sabar.
Agustinus Supratman, Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, membanting paket logistik di hadapan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat meninjau posko pengungsi gempa Flores, Kamis, 21 Agustus 2026. Bukan aksi spontan tanpa alasan—ini adalah puncak dari ketidakpuasan yang sudah lama menggelegak.
Hari itu adalah hari keenam pascagempa mengguncang wilayah Flores. Sementara laporan administratif dari pusat mencatat bantuan mengalir deras, kenyataan di lapangan bercerita sebaliknya.
Agustinus menolak keras tudingan bahwa pihaknya menghambat distribusi bantuan. Ia justru berbalik mempertanyakan akurasi pendataan yang dikirimkan dari pusat—data yang menurutnya jauh dari mencerminkan kondisi sesungguhnya di lokasi bencana.
Ketegangan memuncak ketika Agustinus menolak menandatangani berita acara penyerahan bantuan. Baginya, menandatangani dokumen yang isinya tidak sesuai kenyataan sama saja dengan melegalkan kebohongan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.