JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Separuh dari ribuan dapur Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia terancam gulung tikar. Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja menyelesaikan revalidasi besar-besaran terhadap 27.022 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan hasilnya cukup mengejutkan: hanya sekitar 13.761 dapur yang lolos seleksi tahap kedua.

Kepala BGN Sudaryono mengumumkan langsung hasil evaluasi tersebut. Dari total dapur yang telah menerima Surat Penetapan Penerima Sementara (SPS) pertama bulan lalu, hanya 50 persen yang berhasil mendapatkan SPS kedua sebagai bukti kelayakan operasional mereka.

Program Makan Bergizi Gratis memang bukan sekadar urusan masak-memasak. Di balik setiap porsi makanan yang sampai ke tangan anak-anak sekolah dan kelompok rentan, ada standar ketat yang harus dipenuhi: kebersihan, akuntabilitas keuangan, tata kelola, hingga jaminan keamanan pangan.

BGN menegaskan bahwa revalidasi ini dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur. Ada empat aspek utama yang menjadi tolok ukur penilaian: akurasi cakupan distribusi penerima manfaat, kepatuhan terhadap tata kelola, akuntabilitas laporan keuangan, serta langkah konkret yang diambil oleh tiap dapur untuk memastikan produksi makanan yang aman dan bergizi.

Dapur-dapur yang lolos dan menerima SPS kedua dianggap telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut. BGN bahkan mendorong mereka untuk terus meningkatkan standar operasional, meski sudah dinilai berjalan baik.



Follow Widget