SINJAI, PUNGGAWANEWS – Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai memperkuat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) melalui Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis.

Gerakan tersebut resmi diluncurkan melalui kegiatan Penemuan Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis di Aula Pertemuan Kantor Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Senin (7/9/2026).

Launching dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan penemuan dan penanggulangan TBC.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Kahar Anies, Sp.B., mengatakan penemuan kasus secara aktif menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai penularan TBC di masyarakat.

Berdasarkan pemeriksaan sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 4.100 orang suspek TBC telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, ditemukan 371 kasus TBC.

“Dari 4.100 suspek TBC yang telah diperiksa, ditemukan sebanyak 371 penderita TBC. Artinya, dari setiap 11 orang yang diperiksa terdapat satu kasus TBC yang berhasil ditemukan,” ungkap dr. Kahar.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa deteksi dini dan skrining TBC masih perlu diperkuat serta diperluas. Penemuan kasus secara aktif diperlukan agar masyarakat yang memiliki gejala maupun faktor risiko TBC dapat segera menjalani pemeriksaan.

“Penemuan kasus merupakan bagian dari upaya penanggulangan TBC dalam rangka mempercepat eliminasi Tuberkulosis,” jelasnya.

Ia menjelaskan, skrining dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko, menemukan terduga TBC, serta memastikan masyarakat yang memiliki gejala memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula penderita dapat memperoleh pengobatan. Langkah tersebut penting untuk menekan risiko penularan kepada anggota keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menegaskan penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah bersama seluruh jajaran kesehatan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Pemerintah dan tenaga kesehatan harus hadir lebih dekat untuk menemukan kasus secara langsung di tengah masyarakat.

“Keberhasilan penanggulangan TB tidak hanya cukup dengan menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Pemerintah dan tenaga kesehatan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk menemukan kasus secara aktif,” tegasnya.

Ia meminta Dinas Kesehatan bersama jajaran Puskesmas memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam pelaksanaan tracing TBC agar kegiatan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Selain penemuan kasus, Andi Jefrianto menekankan pentingnya memastikan penderita menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Kita harus memastikan penderita mendapatkan pengobatan dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan sampai sembuh,” tambahnya.

TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Penyakit ini tidak hanya berdampak terhadap kesehatan individu, tetapi juga keluarga, lingkungan sosial, produktivitas, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Kasus TBC yang belum ditemukan dan belum mendapatkan pengobatan berpotensi menjadi sumber penularan bagi orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Karena itu, melalui Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis, Dinas Kesehatan Sinjai mendorong peningkatan penemuan kasus secara aktif sekaligus memperkuat keterpaduan pelayanan kesehatan di masyarakat.

Gerakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, mempercepat penemuan kasus TBC, memastikan penderita memperoleh pengobatan hingga sembuh, serta membantu memutus rantai penularan TBC di Kabupaten Sinjai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah, Camat Sinjai Utara, para lurah, Tim Penggerak PKK, Kepala Puskesmas Balangnipa, serta unsur terkait lainnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah menuju eliminasi TBC dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

FadelM (Biro Sinjai)



Follow Widget