Summarize the post with AI
Ia membeberkan realita defisit energi yang dihadapi Indonesia: konsumsi bahan bakar minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik atau lifting hanya mampu menyentuh angka 600 hingga 610 ribu barel per hari. Kesenjangan antara kebutuhan dan produksi itu memaksa Indonesia mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari.
“Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tapi di hampir semua negara,” ujar Bahlil, menegaskan bahwa diversifikasi sumber impor menjadi strategi utama pemerintah menghadapi ketidakpastian pasar energi dunia.
Kabar baiknya, pemerintah mengklaim telah mengunci ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan nasional setidaknya hingga penghujung tahun ini. Langkah pengamanan pasokan itu disebut Bahlil sebagai respons langsung atas instruksi Presiden Prabowo yang menghendaki ketahanan energi tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik global.
“Untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, insyaallah sudah aman. Jadi kita nggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita,” ucap Bahlil.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.