Ketua OJK Fredrika, sesaat sebelum masuk ke ruang rapat, sempat berbicara singkat kepada pewarta. Ia membenarkan bahwa agenda rapat hari itu salah satunya menyangkut isu MSCI, yang sebelumnya juga telah dibahas bersama Bursa Efek Indonesia. “MSCI memang mitranya kan dengan bursa,” ujarnya sambil berjalan menuju gedung. Soal strategi yang akan dilaporkan kepada Presiden, Fredrika memilih menyimpannya untuk disampaikan langsung di hadapan Prabowo.
Menko Perekonomian Airlangga yang turut ditemui wartawan memberikan nada yang relatif tenang. Ia menyebut kondisi pasar yang naik-turun sebagai hal yang lumrah di tengah sentimen negatif. Ia juga menyinggung regulasi auto rejection batas bawah 7 persen yang menurutnya membantu menjaga pasar agar tidak jatuh terlalu dalam. “Penutupan tadi 5.000 lebih sedikit,” katanya. Ketika diingatkan bahwa IHSG sempat menyentuh di bawah 5.000 dan bahwa level 4.500 pernah terjadi satu dekade lalu, Airlangga merespons dengan ringan: “Ya, itu namanya naik turun.”
Meski begitu, ia mengakui bahwa target ke depan tetap ambisius: pertumbuhan yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih merata. Dalam konteks dua tahun pemerintahan Prabowo yang jatuh pada Oktober ini, pernyataan itu terasa seperti pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang belum selesai.
Bagi masyarakat luas, pelemahan rupiah dan penurunan IHSG bukan sekadar berita dari lantai bursa. Rupiah yang melemah berarti biaya impor barang, bahan baku, dan energi berpotensi meningkat. Jika tekanan itu diteruskan ke harga jual, maka biaya produksi dan harga barang sehari-hari pun bisa ikut terdampak.
Bagi investor, momen seperti ini kerap menguji ketahanan mental. Para analis mengingatkan pentingnya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena melihat indeks anjlok tajam dalam sehari. Kuncinya adalah kembali ke tujuan investasi awal, mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing. Dana kebutuhan harian semestinya tidak dipertaruhkan untuk mengejar keuntungan jangka pendek, apalagi berdasarkan kabar yang beredar di media sosial tanpa dasar yang jelas.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.