Forum Pemred juga tidak ketinggalan menyuarakan keprihatinannya. Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, dalam pernyataan tertulisnya menyebut pilihan kata dan cara Hotman merespons pertanyaan wartawan dalam jumpa pers 17 Juli lalu sebagai sesuatu yang tidak profesional dan merendahkan martabat profesi jurnalis.

Retno mengingatkan bahwa mengajukan pertanyaan adalah cara jurnalis melakukan konfirmasi dan menggali informasi dari narasumber. Itu adalah bagian dari proses kerja jurnalistik dan disiplin verifikasi profesional yang dilindungi hukum.

Di tengah badai kritik yang datang dari berbagai penjuru, Hotman Paris akhirnya memilih untuk meminta maaf. Melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan dan seluruh organisasi jurnalis di Indonesia.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan saya di jumpa pers kasus mantan Jampidsus. Saat itu kami sama-sama emosi, tapi saya tetap meminta maaf kepada wartawan dan organisasi wartawan di seluruh Indonesia karena saya selalu sangat dekat dengan semua wartawan,” ucap Hotman dalam videonya.

Hotman mengakui bahwa emosinya tersulut karena merasa terus didesak dengan pertanyaan yang menurutnya sudah ia nyatakan tidak bisa dijawab. Ia menegaskan bahwa tindakannya tidak bisa dibenarkan, dan kembali meminta maaf atas insiden yang terjadi.



Follow Widget