Selisih antara penugasan dan kontrak inilah yang diduga jadi salah satu celah penyebab keterlambatan pasokan di lapangan. Untuk menutup celah itu, pemerintah membentuk Tim Pengadaan Batu Bara gabungan yang bertugas memastikan rantai pasok berjalan lebih rapi dan terukur ke depannya.

Soal cadangan energi nasional secara keseluruhan, Bahlil memastikan kondisinya masih dalam level aman. Ketahanan energi nasional saat ini berada di atas 20 hari minimum, sebuah angka yang menurutnya cukup untuk mengantisipasi gejolak pasokan mendadak.

Presiden Prabowo menutup rapat dengan instruksi tegas kepada seluruh kementerian teknis untuk segera menerapkan langkah-langkah terukur. Tujuannya jelas: memastikan persoalan pemadaman listrik yang sempat meresahkan warga tidak kembali berulang di kemudian hari.

Rapat ini juga membahas agenda lain di luar energi dan pariwisata, termasuk rencana pembangunan sepuluh universitas medis dan sains baru bekerja sama dengan Imperial College London, serta agenda transformasi BUMN. Namun tiga isu—GBK, ekosistem EV, dan stabilitas listrik—tetap menjadi sorotan utama karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat luas.

Langkah-langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah Prabowo yang ingin mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru lewat tiga pilar sekaligus: hilirisasi industri strategis, ketahanan energi yang kokoh, dan pembangunan destinasi kelas dunia. Ketiganya digadang menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera dalam beberapa tahun mendatang.



Follow Widget