Di sektor energi, kabar baik datang dari proyek hilirisasi kendaraan listrik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa ekosistem baterai EV hasil kolaborasi raksasa asal Tiongkok, CATL, dengan BUMN tambang Antam, telah rampung dibangun.
Bahlil menyebut proyek yang digadang-gadang sebagai tulang punggung industri kendaraan listrik nasional ini siap diresmikan akhir Juli 2026. Ini menjadi capaian penting di tengah upaya Indonesia memperkuat posisi sebagai global rantai pasok baterai EV, mengingat negeri ini memegang cadangan nikel terbesar dunia.
Namun isu yang paling menyita perhatian publik dalam rapat ini justru soal listrik. Presiden Prabowo secara tegas menginstruksikan agar pelayanan listrik kepada masyarakat berjalan optimal tanpa kendala, menyusul gangguan pemadaman yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa beberapa waktu terakhir.
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, bahkan secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat atas gangguan tersebut dalam forum yang sama. Pernyataan itu menunjukkan betapa seriusnya pemerintah memandang masalah ini, bukan sekadar gangguan teknis biasa.
Untuk mengatasi akar masalahnya, pemerintah bergerak cepat membantu pasokan batu bara bagi PLN. Bahlil membuka data yang selama ini jadi sumber polemik: total konsumsi batu bara PLN tiap tahun mencapai 154 juta ton, sementara penugasan Kementerian ESDM kepada perusahaan tambang untuk memasok PLN sudah mencapai 180-190 juta ton—dari jumlah itu, baru 134 juta ton yang resmi dikontrak PLN.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.