Angka pertumbuhan 5 persen bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan daya tahan ekonomi domestik yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi yang terjaga, dan belanja pemerintah yang tepat sasaran. Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, menjaga angka ini tetap stabil adalah kerja keras yang tidak terlihat namun nyata dampaknya.

Satu dimensi lain yang disoroti Suahasil adalah peran APBN dalam melindungi penerimaan negara dari ancaman aktivitas ekonomi ilegal. Pemerintah memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap praktik-praktik yang berpotensi menggerus pendapatan negara, dari penyelundupan komoditas hingga berbagai modus penghindaran pajak yang semakin canggih.

Langkah ini penting karena penerimaan negara adalah fondasi dari seluruh program yang disebutkan tadi. Tanpa basis fiskal yang sehat, tidak ada satu pun janji pembangunan yang bisa ditepati.

Suahasil menutup paparannya dengan kalimat yang ringkas namun bermakna luas. APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hadir untuk para ekonom dan analis, melainkan untuk guru yang mengajar di kelas yang baru direnovasi, untuk ibu yang membawa anaknya ke puskesmas yang kini lebih layak, dan untuk anak-anak yang mendapat makan siang bergizi sebelum belajar.

Dua tahun adalah tonggak, bukan garis akhir. Namun angka-angka yang dipaparkan Suahasil memberikan sinyal bahwa mesin fiskal negara sedang diarahkan ke jalur yang benar, dengan rakyat sebagai tujuan utamanya.



Follow Widget