Revitalisasi sekolah dan madrasah turut menjadi prioritas. Ribuan gedung belajar yang selama bertahun-tahun dibiarkan uzur kini mendapat sentuhan anggaran untuk diperbaiki. Pemerintah juga mendorong digitalisasi pembelajaran sebagai langkah konkret mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era modern.
Di sektor kesehatan, ceritanya tak kalah menggembirakan. Program Cek Kesehatan Gratis yang digulirkan pemerintah berhasil menjangkau 70,3 juta penduduk sepanjang 2025. Angka itu kemudian melonjak drastis, hingga September 2026 saja, program serupa telah dinikmati oleh 99,1 juta warga, hampir sepertiga dari total populasi Indonesia.
Renovasi 10.000 puskesmas menjadi bagian lain dari komitmen fiskal pemerintah di bidang kesehatan. Fasilitas kesehatan tingkat pertama ini adalah garda terdepan pelayanan medis bagi jutaan warga di pelosok negeri. Tanpa puskesmas yang layak, akses terhadap kesehatan hanya akan menjadi slogan.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan kelengkapan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah di berbagai daerah. Langkah ini menjawab keluhan lama soal kesenjangan layanan kesehatan antara kota besar dan daerah terpencil yang selama ini menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas.
Di tengah gejolak ekonomi global yang masih berlangsung, APBN juga difungsikan sebagai penyangga stabilitas. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat konsisten di kisaran 5 persen, sebuah pencapaian yang tidak mudah di tengah tekanan eksternal dari berbagai penjuru dunia.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.