Perdebatan ini mencerminkan ketegangan klasik dalam penegakan hukum: antara melindungi hak pelaku dan menjamin keselamatan korban. Dedi Mulyadi memilih berpihak tegas pada yang kedua — dan ia siap mempertahankan pilihan itu.

FAQ

Apa isi sayembara begal yang diumumkan Dedi Mulyadi?

Dedi Mulyadi menawarkan hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga Jawa Barat yang berhasil melumpuhkan dan menyerahkan pelaku kejahatan jalanan — termasuk begal, copet, jambret, dan perampok — kepada polisi dalam keadaan hidup.

Mengapa Menteri HAM Natalius Pigai mengkritik sayembara tersebut?

Pigai khawatir sayembara itu dapat memicu tindakan main hakim sendiri (vigilantisme), terutama jika warga sipil yang tidak terlatih terlibat dalam penangkapan fisik. Ia juga menyinggung kasus di Bali di mana seorang pria tewas dikeroyok warga karena dituduh mencuri ayam.

Bagaimana tanggapan Dedi Mulyadi terhadap kritik soal HAM?

Dedi mengakui pentingnya peringatan dari Menteri HAM, namun menegaskan bahwa korban kejahatan pun memiliki hak asasi yang kerap dilanggar. Ia juga menyatakan Pemprov Jawa Barat akan menanggung biaya rumah sakit korban kejahatan tanpa batas nominal sebagai bentuk keberpihakan negara pada korban.



Follow Widget