JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Tepat di Hari Susu Nusantara 2026, pemerintah menyatakan perang terhadap defisit gizi protein hewani yang selama ini menghantui generasi muda Indonesia. Bukan sekadar perayaan simbolis — ini adalah deklarasi serius tentang masa depan kecerdasan dan kesehatan anak-anak bangsa.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono tampil sebagai juru bicara utama semangat itu dalam peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026. Di hadapan para pemangku kepentingan sektor persusuan, ia menegaskan bahwa susu bukan sekadar minuman — melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia Indonesia.
“Susu ini kandungan proteinnya tinggi, diserap tubuh dengan baik, dan salah satu sumber protein yang bagus untuk tumbuh kembang, baik fisik maupun kecerdasan otak bagi generasi kita,” ujar Sudaryono.
Pernyataan itu bukan retorika kosong. Di baliknya ada dua agenda konkret yang tengah dikejar pemerintah secara bersamaan: memperbanyak produksi susu dalam negeri dan mendorong konsumsi susu per kapita masyarakat, terutama anak-anak.
Sudaryono, yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menyebut momentum ini tak bisa dilepaskan dari Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini sedang berjalan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menjadikan pemenuhan gizi anak-anak sebagai prioritas strategis dalam peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.