PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mendorong penguatan program Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala sebagai ruang pemberdayaan bagi warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.

Hal tersebut disampaikan Melinda saat menghadiri kegiatan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala yang digelar di Aula Kecamatan Manggala, Kamis (12/02/2026).

Dalam sambutannya, Melinda mengapresiasi langkah BKKBN yang menghadirkan program pembelajaran khusus bagi para lansia. Menurutnya, Sekolah Lansia bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wadah penting untuk menjaga kualitas hidup para lanjut usia.

“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang pemberdayaan agar lansia tetap aktif secara fisik, sosial, dan mental. Usia boleh bertambah, tetapi semangat harus tetap menyala,” ujar Melinda.

Ia menilai konsep lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat, sejalan dengan upaya membangun keluarga yang kuat dari seluruh tahapan usia. Lansia, kata dia, harus tetap diberi ruang untuk belajar, berinteraksi, dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Melinda juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi para lansia. Aktivitas sederhana seperti latihan kekuatan, menjaga keseimbangan tubuh, serta keterlibatan dalam komunitas dinilai mampu membantu lansia tetap bugar dan bahagia.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa hidup sehat perlu dibangun sejak muda. Menurutnya, kualitas kesehatan pada masa lansia sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang dijalani jauh sebelumnya.

“Kesehatan di masa lansia adalah hasil dari yang dicicil sejak dini,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Melinda juga mendorong kaum bapak untuk ikut bergabung dalam Sekolah Lansia. Sebab, peserta yang ada saat ini masih didominasi oleh perempuan. Ia berharap para lansia laki-laki tidak merasa ragu untuk kembali belajar dan aktif dalam kegiatan sosial.

Melinda turut mengapresiasi semangat para peserta dan lulusan Sekolah Lansia yang mulai menunjukkan kemandirian ekonomi. Beberapa di antaranya telah menghasilkan produk UMKM, termasuk Bosara, yang turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Ke depan, TP PKK Kota Makassar berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan BKKBN dan berbagai pihak terkait dalam mengembangkan Sekolah Lansia. Penguatan program akan diarahkan tidak hanya pada aspek kesehatan dan sosial, tetapi juga peningkatan keterampilan serta pemberdayaan ekonomi.

“Lansia yang berdaya adalah aset keluarga dan aset kota. Kita ingin memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk , berkontribusi, dan menjalani masa tua dengan bermartabat,” tutup Melinda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si., menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Sipakalebbi merupakan bagian dari strategi pembangunan keluarga berbasis siklus kehidupan yang digagas BKKBN.

Menurut Irwan, program tersebut menyasar warga berusia 60 tahun ke atas agar tetap menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Lansia, lanjutnya, tidak boleh dipandang sebagai kelompok yang pasif, tetapi sebagai sumber pengalaman dan pengetahuan bagi keluarga serta lingkungan.

“Sekolah Lansia ini dirancang agar para peserta tetap aktif, tidak terisolasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata. Tujuannya agar mereka tetap bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” jelas Irwan.

Ia menambahkan, usia lanjut bukan hambatan untuk tetap berkarya. Lansia yang produktif dinilai dapat memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan penyerahan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Nuryani, Kepala DPPKB Kota Makassar A. Irwan Bangsawan, Camat Manggala Ahmad, para lurah, penyuluh, kader, serta para lansia se-Kecamatan Manggala.

Melalui Sekolah Lansia Sipakalebbi, Pemerintah Kota Makassar bersama BKKBN dan TP PKK menegaskan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada anak dan generasi muda, tetapi juga memberikan perhatian serius kepada lansia sebagai pilar pengalaman, kebijaksanaan, dan ketahanan keluarga.



Follow Widget