Dedi langsung bereaksi. Ia memerintahkan stafnya untuk menghubungi Direktur Hasan Sadikin agar proses operasi sang anak bisa dipercepat. “Pekan depan sudah bisa operasi,” janjinya. Tak berhenti di situ, ia juga berjanji mencarikan lahan seluas 50 meter persegi untuk dibangunkan rumah bagi keluarga tersebut yang selama ini mengontrak dengan biaya Rp 1 juta per bulan.
Respons para pedagang terhadap kunjungan ini sangat positif. Banyak yang menyebut Dedi sebagai gubernur yang tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi benar-benar mendengar dan langsung bertindak. “Governor Aing, Mr Aing,” ucap salah satu warga dengan nada bangga dalam bahasa Sunda.
Saat hendak pergi, Dedi sempat disambut kerumunan warga yang ingin bersalaman dan mengucapkan terima kasih. Suasana hangat itu mencerminkan betapa dekatnya ia dengan masyarakat kecil yang selama ini merasa terpinggirkan.
Langkah Dedi Mulyadi ini menjadi potret nyata bagaimana seorang pemimpin daerah bisa mengubah kawasan kumuh bukan hanya dengan anggaran, tetapi juga dengan kehadiran, perhatian, dan keteladanan dalam kejujuran. Drainase akan diperbaiki, lampu PJU akan dipasang, dan kios-kios akan tampil lebih rapi. Yang lebih penting, pedagang merasa didengar.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.