UNM sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di kawasan timur Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melahirkan akademisi dan tenaga pendidik berkualitas. Pemilihan rektor baru periode 2027–2031 ini pun menjadi perhatian luas, tidak hanya di internal kampus, tetapi juga di kalangan dunia pendidikan Sulawesi Selatan.
Keempat figur yang telah mengonfirmasi pendaftaran memiliki latar belakang akademis dan struktural yang kuat di lingkungan UNM. Mereka bukan hanya dikenal dalam kapasitas keilmuan, tetapi juga dalam peran manajerial di lingkup rektorat dan dekanat.
Panitia Pirek UNM kini menunggu realisasi pendaftaran dari dua kandidat yang tersisa, yakni Prof. Andi Aslinda dan Prof. Suwardi Annas, sesuai jadwal yang telah disepakati. Jika tidak ada perubahan, maka Oktober 2026 akan menjadi bulan penentuan siapa saja yang resmi masuk dalam bursa calon rektor UNM berikutnya.
Persaingan baru akan benar-benar terasa setelah semua berkas dinyatakan lengkap dan proses seleksi lanjutan dimulai. Namun untuk saat ini, Menara Pinisi lantai 14 menjadi saksi bisu dari setiap langkah awal para kandidat yang ingin memimpin salah satu universitas negeri terbesar di Indonesia timur itu.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.