MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Proses pemilihan rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk periode 2027–2031 mulai bergerak. Hingga Jumat, 25 September 2026, empat nama telah resmi tercatat sebagai bakal calon rektor di Panitia Pemilihan Rektor atau Pirek UNM.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Ketua Panitia Pirek UNM, Prof. Sukri Nyompa, saat ditemui di Sekretariat Pirek yang berlokasi di lantai 14 Menara Pinisi, kampus UNM Makassar. Ia mengungkapkan bahwa dua pendaftar pertama telah menuntaskan proses verifikasi berkas dengan hasil dinyatakan lengkap.
Pendaftar pertama yang membuka langkah adalah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, Dr. Arifin Manggau. Ia mendatangi Sekretariat Pirek pada Senin, 21 September 2026, pukul 11.21 WITA, dan menjadi figur pertama yang secara resmi menyerahkan dokumen pendaftaran secara langsung ke panitia.
Jejak Dr. Arifin segera diikuti oleh nama kedua, yakni Prof. Eko Hadi Sujiono, guru besar fisika dari Fakultas MIPA UNM. Keduanya telah melalui proses verifikasi berkas oleh panitia dan dinyatakan memenuhi kelengkapan administrasi yang disyaratkan.
Prof. Sukri Nyompa menjelaskan bahwa panitia menerbitkan berita acara sebagai bukti resmi bahwa berkas yang diterima telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap. Mekanisme ini menjadi tolok ukur awal kelayakan seorang kandidat sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Dua pendaftar berikutnya sudah dikonfirmasi dan tinggal menunggu jadwal yang telah mereka sepakati bersama panitia. Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Andi Aslinda, dijadwalkan menyerahkan berkas pendaftarannya pada Senin, 28 September 2026.
Prof. Dr. Andi Aslinda merupakan satu-satunya perempuan dalam daftar empat kandidat sejauh ini. Kehadirannya menambah dinamika tersendiri dalam kontestasi pemilihan rektor kali ini, sekaligus membuka peluang hadirnya pemimpin perempuan di pucuk pimpinan UNM.
Sepekan berselang, giliran Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM, Prof. Suwardi Annas, yang akan mendatangi Sekretariat Pirek. Ia diagendakan mendaftar pada 7 Oktober 2026, melengkapi kuartet kandidat yang sudah terkonfirmasi oleh panitia.
Prof. Sukri menegaskan bahwa hingga saat ini, hanya keempat nama itulah yang secara resmi telah mengonfirmasi jadwal pendaftaran kepada panitia. Panitia tidak bisa mencatat nama seseorang sebagai calon kecuali yang bersangkutan hadir secara langsung untuk menyerahkan dokumen.
Hal ini menjadi penting karena proses pendaftaran dilakukan secara tatap muka di Sekretariat Pirek. Tidak ada mekanisme daring atau perantara yang diakui dalam penerimaan berkas, sehingga komitmen seorang kandidat hanya dianggap sah ketika ia hadir langsung.
UNM sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di kawasan timur Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melahirkan akademisi dan tenaga pendidik berkualitas. Pemilihan rektor baru periode 2027–2031 ini pun menjadi perhatian luas, tidak hanya di internal kampus, tetapi juga di kalangan dunia pendidikan Sulawesi Selatan.
Keempat figur yang telah mengonfirmasi pendaftaran memiliki latar belakang akademis dan struktural yang kuat di lingkungan UNM. Mereka bukan hanya dikenal dalam kapasitas keilmuan, tetapi juga dalam peran manajerial di lingkup rektorat dan dekanat.
Panitia Pirek UNM kini menunggu realisasi pendaftaran dari dua kandidat yang tersisa, yakni Prof. Andi Aslinda dan Prof. Suwardi Annas, sesuai jadwal yang telah disepakati. Jika tidak ada perubahan, maka Oktober 2026 akan menjadi bulan penentuan siapa saja yang resmi masuk dalam bursa calon rektor UNM berikutnya.
Persaingan baru akan benar-benar terasa setelah semua berkas dinyatakan lengkap dan proses seleksi lanjutan dimulai. Namun untuk saat ini, Menara Pinisi lantai 14 menjadi saksi bisu dari setiap langkah awal para kandidat yang ingin memimpin salah satu universitas negeri terbesar di Indonesia timur itu.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.