“Dari kejadian kemarin, As’ad membuktikan bahwa perjuangan untuk umat Islam sangatlah berat. Namun Allah masih melindungi beliau dan memintanya melanjutkan perjuangan di Indonesia,” ujar Ratnawati, suaranya penuh keyakinan.

Bupati juga menyerukan agar peristiwa ini tidak berlalu begitu saja sebagai berita semata. Ia mengajak seluruh masyarakat Sinjai menjadikan kisah Ustadz Asad sebagai cermin dan penyemangat untuk terus peduli terhadap Palestina — tidak hanya melalui doa, tetapi juga tindakan nyata dan solidaritas yang konsisten.

Di sisi lain, Ustadz Asad menyambut perhatian luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Sinjai dengan rasa hormat yang tulus. Baginya, kehadiran langsung sang Bupati yang rela menunggu berjam-jam adalah bentuk dukungan moral yang tak ternilai, terutama setelah melewati hari-hari penuh tekanan dan ketidakpastian di luar negeri.

“Saya merasa terhormat karena sudah ditunggu sejak sore tadi. Saya juga sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati yang telah memberikan perhatian besar kepada kami,” kata Ustadz Asad dengan nada hangat namun penuh makna.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para guru, ulama, dan lembaga Islam di Sinjai yang tak henti mendoakan keselamatannya selama masa krisis. Dukungan doa itu, menurutnya, menjadi salah satu kekuatan yang menopangnya di saat-saat paling berat.