Satu pertanyaan yang paling banyak muncul dari penutupan ini adalah: bagaimana nasib para pekerja? Lima pabrik yang ditutup permanen berarti ratusan buruh kehilangan pekerjaan secara mendadak. Ini bukan angka kecil, dan Pemprov Jabar tampaknya sudah memikirkan hal itu jauh sebelum keputusan dijatuhkan.
Dedi Mulyadi memastikan bahwa para pekerja terdampak tidak akan dibiarkan begitu saja. Setidaknya 500 orang akan ditampung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Barat. Mereka akan dipekerjakan dalam proyek-proyek infrastruktur yang tengah berjalan di bawah naungan dinas tersebut.
Yang menarik, solusi ini bukan sekadar pengalihan pekerjaan—melainkan juga peningkatan kesejahteraan yang signifikan. Di pabrik batu kapur, rata-rata upah yang diterima para buruh berada di bawah angka Rp 2 juta per bulan. Angka itu bahkan belum tentu memenuhi standar upah minimum regional.
Sementara jika bergabung dengan Dinas PU, para pekerja ini akan menerima gaji sebesar Rp 4,2 juta per bulan—lebih dari dua kali lipat penghasilan sebelumnya.
“Di PU kan gajinya Rp 4,2 juta,” ujar Dedi, mengisyaratkan bahwa keputusan ini bukan hanya soal sanksi, melainkan juga soal keadilan sosial bagi para pekerja yang selama ini menerima upah di bawah kelayakan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.