Program Makan Bergizi Gratis memiliki ambisi yang mulia. Namun ambisi yang mulia membutuhkan eksekusi yang cermat, pengawasan yang ketat, dan keberanian untuk mengoreksi diri ketika realitas di lapangan melenceng dari tujuan awal. Langkah BGN mencoret 1.653 sekolah adalah salah satu bentuk keberanian itu—kecil, tapi nyata.

FAQ

Mengapa 1.653 sekolah dicoret dari program Makan Bergizi Gratis?

Sekolah-sekolah tersebut dinilai tidak memenuhi kriteria prioritas program MBG karena termasuk kategori sekolah swasta internasional, sekolah elite dengan kerja sama global, atau sekolah yang sudah mandiri secara finansial tanpa bergantung pada dana BOS. BGN memutuskan anggaran harus dialihkan ke sekolah yang lebih membutuhkan.

Ke mana dana dari pencoretan sekolah elite tersebut dialihkan?

Dana yang berhasil dihemat akan dialihkan untuk menjangkau sekitar 240 ribu sekolah yang sudah mengajukan permohonan MBG namun belum menerima manfaat, dengan prioritas utama di wilayah 3T serta daerah dengan angka stunting tinggi seperti Maluku dan Papua.

Apakah langkah refocusing ini menandakan program MBG berjalan tidak tepat sasaran sejak awal?

Secara implisit, ya. Masuknya sekolah-sekolah elite ke dalam daftar penerima manfaat mengindikasikan adanya celah dalam mekanisme seleksi awal. Koreksi yang dilakukan BGN merupakan pengakuan bahwa distribusi awal program perlu disesuaikan agar lebih presisi dan berbasis kebutuhan nyata.



Follow Widget