BOGOR, PUNGGAWANEWS – Kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, mendadak menjadi pusat komando pada Sabtu sore, 29 Agustus 2026. Bukan rapat kabinet biasa—ini pertemuan tertutup antara kepala negara dan jajaran militer tertinggi republik, dari Panglima TNI hingga para Kepala Staf Angkatan.
Hadir pula dalam forum eksklusif itu Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet. Perpaduan tokoh sipil dan militer dalam satu meja di kediaman pribadi presiden menandakan bobot agenda yang tak bisa ditunda.
Salah satu topik yang langsung mencuri perhatian adalah soal rekrutmen prajurit TNI dari kalangan suku Dayak pedalaman. Presiden Prabowo meminta agar persyaratan yang selama ini berlaku ditinjau ulang—disesuaikan dengan kondisi nyata masyarakat adat yang hidup jauh dari pusat kota dan fasilitas pendidikan formal.
Ini bukan kebijakan tanpa latar belakang. Suku Dayak dikenal sebagai penjaga hutan Kalimantan yang tangguh, dengan ketahanan fisik dan pengetahuan medan yang sulit ditandingi. Namun syarat administratif yang seragam kerap menjadi tembok penghalang bagi mereka yang sesungguhnya punya kapasitas luar biasa untuk menjadi prajurit andal.
Prabowo rupanya membaca peluang strategis di sana. Merekrut warga pedalaman Kalimantan ke dalam barisan TNI bukan sekadar soal keadilan representasi—ini soal membangun kekuatan pertahanan yang berakar dari bumi sendiri.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.