PALEMBANG, PUNGGAWANEWS – Belum genap 24 jam meninggalkan Riau, Presiden Prabowo Subianto sudah mendarat di Palembang dengan satu misi yang sama: memadamkan api yang terus melahap lahan-lahan Sumatera. Bedanya, kali ini skalanya jauh lebih mengkhawatirkan.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, Presiden langsung memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Posko Utama Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan. Tak ada jeda wisata, tak ada seremoni penyambutan yang panjang. Prabowo tiba, duduk, dan langsung meminta laporan.
Data yang menunggu di meja rapat itu tidak ramah. Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 12.956 titik panas tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan, dengan luas lahan terbakar mencapai 1.926 hektare. Angka yang, jika dibentangkan, kira-kira seluas dua kali lebih besar dari kawasan Kota Banda Aceh.
Sumatera Selatan memang bukan baru dalam drama tahunan karhutla nasional. Provinsi dengan hamparan gambut yang luas ini selalu menjadi salah satu titik rawan setiap musim kemarau tiba. Namun tahun ini, intensitas hotspot yang muncul dalam waktu singkat membuat pemerintah pusat merasa perlu turun tangan langsung—bukan sekadar mengirim surat edaran.
Prabowo tidak datang dengan tangan kosong. Dalam rapat tersebut, ia memastikan serangkaian dukungan konkret telah dan akan segera dikerahkan ke lapangan. Dua helikopter patroli dan enam helikopter water bombing sudah disiagakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses jalur darat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.