JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Di tengah sorotan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis yang terus bergulir sejak awal tahun, Sudaryono tampil dengan nada keras di Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu, 23 Agustus 2026. Ia menegaskan BGN tidak akan memberi ruang bagi oknum SPPG yang melanggar standar operasional prosedur, apalagi yang tersandung masalah hukum.
Pernyataan itu bukan gertakan kosong. Sudaryono menyebut ancaman pencopotan berlaku penuh hingga pencabutan status ASN P3K—sebuah konsekuensi yang selama ini dianggap tabu diucapkan pejabat publik yang gemar melindungi bawahannya sendiri.
Satire pun menyeruak pelan seorang kepala lembaga yang baru seumur jagung sudah lebih berani bicara tegas dibanding pendahulunya yang bertahun-tahun menjabat namun memilih tutup mata saat dapur SPPG bermasalah.
Sudaryono mengakui kondisi di lapangan masih jauh dari ideal. Ada oknum SPPG yang tidak hadir di dapur—tempat yang seharusnya menjadi jantung operasional program MBG. Ada yang abai terhadap SOP. Lebih menggelisahkan lagi, beberapa di antaranya diduga terlibat penipuan dan judi daring. Bukan profil yang pantas bagi petugas yang memegang tanggung jawab atas gizi jutaan penerima manfaat.
“Hari ke-9 saya jadi Kepala BGN, kita benahi semua. SOP sudah ada, tinggal dijalankan secara konsekuen dan disiplin,” ujar Sudaryono di hadapan awak media.















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.