Summarize the post with AI

JAKARTA, PUNGGAWANEWS — Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap maraknya penawaran visa mujamalah yang banyak beredar, khususnya melalui platform digital. Ia menegaskan bahwa visa tersebut tidak memiliki kepastian keberangkatan karena sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi.

Dalam keterangannya, Dahnil menjelaskan bahwa setiap tahun otoritas di Arab Saudi memang membuka peluang penerbitan visa mujamalah sebagai bentuk perhatian di luar kuota haji resmi. Namun, jumlah visa tersebut tidak tetap dan bergantung pada kebijakan pemerintah setempat.

“Keberadaan visa mujamalah sepenuhnya ditentukan oleh pihak Saudi. Jadi, ada atau tidaknya hanya bisa dipastikan oleh mereka,” ujar Dahnil, Rabu (15/4).

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh mudah percaya pada pihak-pihak yang mengaku dapat menyediakan visa tersebut. Pasalnya, tingkat kepastian visa mujamalah dinilai sangat rendah jika dibandingkan dengan visa haji reguler maupun haji khusus yang telah memiliki kuota resmi dari pemerintah.



Follow Widget