Langkah mitigasi sejak dini ini dinilai krusial. Jika gangguan dibiarkan berlarut, dampaknya tidak hanya merugikan pengusaha, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
“Di dalam dunia usaha, memang banyak keluhan masyarakat dan pengusaha ketika mau membangun usaha di satu tempat. Sudah banyak yang mengganggu, dan gangguan keamanan terjadi saat proses pembangunan,” kata Wahyu menggambarkan potret nyata di lapangan.
Semangat yang diusung pun tertuang dalam slogan baru Polri: Polri Bersama Masyarakat. Bukan sekadar jargon, semangat ini diarahkan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih responsif, perlindungan yang lebih kuat, serta kepastian hukum yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam konteks makro, langkah Polri ini selaras dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan investasi. Iklim usaha yang kondusif adalah syarat mutlak bagi masuknya modal—baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ketika premanisme merajalela, investor berpikir dua kali sebelum menanamkan modalnya.
Data dari berbagai survei investasi menunjukkan bahwa keamanan dan kepastian hukum konsisten masuk dalam tiga besar faktor penentu keputusan investasi. Artinya, setiap aksi pemberantasan premanisme yang berhasil secara langsung berkontribusi pada daya tarik investasi nasional.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.