Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp50 juta untuk setiap anak dari ketiga korban. Jumlah total yang disiapkan mencapai Rp300 juta untuk masing-masing keluarga. Dana tersebut diserahkan sekaligus dan diarahkan untuk menjadi tabungan pendidikan, agar anak-anak yang kini kehilangan ayah atau ibu mereka tetap bisa bersekolah dan meraih masa depan yang layak.

Angka itu mungkin tidak bisa menggantikan sosok yang telah pergi. Namun setidaknya, ia menjadi jaminan bahwa cita-cita anak-anak itu tidak ikut terkubur bersama kepergian orang tua mereka. Negara hadir, meski terlambat untuk mencegah kehilangan, namun tidak terlambat untuk menjaga kehidupan yang tersisa.

Tidak hanya bantuan pendidikan, pemerintah juga membuka pintu lapangan kerja bagi keluarga korban. Satu orang dari masing-masing keluarga mendapat kesempatan untuk bekerja di Perum Bulog. Kebijakan ini mencerminkan pemahaman bahwa kehilangan pencari nafkah utama bisa berdampak jangka panjang pada stabilitas ekonomi keluarga. Dengan memiliki akses pekerjaan di lembaga negara, keluarga korban diharapkan dapat menapaki hari-hari berikutnya dengan kepastian yang lebih baik.

Jayawijaya adalah salah satu kabupaten di Papua Pegunungan yang secara geografis menghadirkan tantangan luar biasa bagi siapa saja yang bertugas di sana. Kontur pegunungan yang curam, cuaca yang tidak menentu, serta minimnya infrastruktur membuat setiap misi pengiriman pangan dan layanan pertanian menjadi operasi yang berisiko tinggi. Para pegawai yang ditugaskan di wilayah ini tidak cukup dibekali semangat saja; mereka membutuhkan perlindungan, perhatian, dan apresiasi yang setara dengan risiko yang mereka emban.

Kasus gugurnya Afrida Rapi, drh. Alfonsius Albinus Mehan, dan Willy Mbuik seharusnya menjadi pengingat keras bagi semua pihak bahwa pengabdian di daerah terpencil bukan sekadar slogan pembangunan. Di balik program-program ketahanan pangan yang dipresentasikan dalam rapat-rapat pemerintahan, ada manusia-manusia nyata yang taruhannya adalah nyawa.



Follow Widget