BALIKPAPAN, PUNGGAWANEWS – Sebuah video singkat dari Balikpapan mendadak menyentuh jutaan pasang mata di media sosial. Seorang anggota Polda Kalimantan Timur terlihat dengan tenang membuka borgol seorang tersangka kasus pencurian, bukan karena lalai menjalankan tugas, melainkan karena satu alasan yang sangat manusiawi: membiarkan seorang ayah memeluk anaknya.
Brigpol Muhammad Taufik, anggota Subdit 3 Jatanras Satuan Reserse Polda Kaltim, adalah sosok di balik gestur humanis yang kini ramai diperbincangkan. Ia tidak menyangka tindakannya akan viral. Yang ia tahu saat itu, ada seorang anak kecil di depannya, dan ia tidak ingin anak itu melihat tangan ayahnya terbelenggu besi.
“Jangan sampai borgol jadi penghalang seorang ayah untuk memeluk anaknya,” ujar Taufik saat diwawancara oleh Tribuners di Balikpapan. Kalimat itu sederhana, tapi bagi banyak orang, kata-kata itu merangkum sisi kemanusiaan yang kerap luput dari citra institusi kepolisian.
Tersangka yang dimaksud tengah menjalani proses pengembangan kasus atas dugaan pencurian dengan pemberatan, sebagaimana diatur dalam Pasal 477 ayat 1 huruf G. Ia sudah mendekam selama satu bulan sejak ditangkap di wilayah Bontang, Kalimantan Timur. Selama sebulan itu pula, ia tidak bertemu dengan istri dan anak-anaknya.
Pada hari kejadian, sekitar akhir waktu Dzuhur, keluarga tersangka datang mengunjungi tempat penahanan. Istri, anak-anak, dan beberapa kerabat menempuh perjalanan jauh dari Bontang ke Balikpapan — sebuah perjuangan tersendiri, baik secara fisik maupun batin, khususnya bagi sang ibu yang sudah memahami situasi yang sesungguhnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.