Kondisi ini mencerminkan realita yang dialami banyak kwartir cabang di daerah — semangat tak pernah kurang, tetapi sumber daya kerap menjadi kendala. Kepergian 36 orang ini adalah bukti bahwa semangat itu tetap menyala, meski dengan keterbatasan yang harus disikapi bersama-sama.

Bagi para penggalang yang berangkat, Jambore Nasional adalah pengalaman yang kemungkinan besar tak akan terlupakan seumur hidup. Bertemu dengan Pramuka dari Sabang sampai Merauke, belajar dari perbedaan, dan merasakan betapa luasnya Indonesia bukan hanya di peta, tapi juga di hati orang-orangnya.

Minahasa Utara memang bukan kabupaten terbesar di Indonesia. Tapi dalam barisan kontingen yang berangkat dengan penuh keyakinan itu, nama daerah ini akan berkibar dengan bangga di tengah ribuan tenda dan obor Pramuka di Cibubur.

Sepuluh hari ke depan adalah milik mereka. Dan ketika mereka kembali pada 22 Agustus, semoga yang pulang bukan hanya raga yang lelah — tapi jiwa yang lebih matang, lebih luas wawasannya, dan lebih besar rasa cintanya pada negeri ini.



Follow Widget