Program tujuh balai yang tersebar dari Banda Aceh hingga Jayapura itu menjadi bukti bahwa niat untuk meratakan kualitas tidak sekadar retorika. Tenaga kerja di Papua kini mendapatkan akses pembinaan yang sama standarnya dengan rekan mereka di Jakarta atau Surabaya, meski masih ada jarak yang perlu terus diperpendek dari sisi jumlah.

Ke depan, Kementerian PU diharapkan tidak hanya mengejar kuantitas sertifikasi, tetapi juga memastikan kualitas pembinaan yang diterima setiap peserta benar-benar menyentuh standar yang diperlukan lapangan. Sertifikat yang bermakna adalah sertifikat yang mencerminkan kompetensi nyata, bukan sekadar lembar kertas yang memenuhi persyaratan administrasi.

Dengan 41.824 tenaga kerja sebagai titik berangkat, Indonesia sedang membangun tidak hanya jembatan dan jalan, tetapi juga barisan profesional yang akan merawat dan mengembangkan infrastruktur itu untuk generasi mendatang.



Follow Widget