SINJAI, PUNGGAWANEWS – Di antara puing-puing rumah yang hangus terbakar, senyum kembali terukir di wajah warga terdampak kebakaran di Dusun Karampuang, Desa Bontolempangang, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Di tengah duka akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda, kehadiran keluarga besar pendidikan Kabupaten Sinjai melalui gerakan kemanusiaan Disdik Peduli membawa secercah harapan bagi para korban.

Jumat (23/10/2026), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, bersama jajaran dan perwakilan berbagai organisasi pendidikan turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran pada Senin (19/10/2026).

Kehadiran rombongan Disdik Sinjai bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa para korban tidak sendirian menghadapi masa sulit. Di tengah kondisi rumah yang menyisakan dinding-dinding hangus dan puing bangunan, perhatian serta kepedulian dari berbagai pihak menjadi penguat bagi warga untuk kembali menata kehidupan mereka.

Melalui gerakan Disdik Peduli, keluarga besar pendidikan Kabupaten Sinjai menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp100 juta, sembako, pakaian layak pakai, serta berbagai kebutuhan lainnya. Bantuan tersebut dihimpun dari partisipasi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, hingga siswa dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Sinjai.

Semangat kebersamaan itu terlihat dalam penyerahan bantuan kepada keluarga terdampak. Senyum yang tampak di wajah warga saat menerima bantuan menjadi gambaran bahwa di tengah kehilangan, perhatian dan solidaritas sesama masih mampu menghadirkan kekuatan untuk bertahan.

Bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan meliputi beras, telur, gula, minyak goreng, susu, teh, tepung terigu, dan berbagai bahan pangan lainnya. Selain itu, diserahkan pula pakaian layak pakai untuk orang dewasa dan anak-anak, serta perlengkapan pakaian dinas berupa seragam khaki, kemeja putih, batik Korpri, celana hitam, dan sepatu.

Bantuan tersebut ditujukan kepada keluarga-keluarga terdampak, yakni keluarga Harfin bersama istri dan anaknya, Rauna yang merupakan ibu dari Harfin, keluarga Suardi dan Rossiana, serta keluarga Sijunjung dan Andung Emianti.

Perhatian khusus juga diberikan kepada Haikal, siswa UPTD SMP Negeri 16 Sinjai, yang sepeda motornya turut hangus dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Dalam kegiatan penyerahan bantuan, Irwan Suaib didampingi jajaran pejabat eselon III dan IV Dinas Pendidikan serta perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), IGTKI, HIMPAUDI, Forum PKBM, Forum PPPK, PPPK Paruh Waktu, pengawas sekolah, dan AGPAII Sinjai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, menyampaikan bahwa gerakan Disdik Peduli merupakan bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan keluarga besar pendidikan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sinjai Barat tentu menjadi duka bagi kita semua. Karena itu, keluarga besar pendidikan Kabupaten Sinjai bergerak bersama untuk hadir dan berbagi. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban sekaligus memberikan kekuatan dan semangat untuk kembali bangkit,” ujar Irwan.

Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan melalui gerakan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Pendidikan bukan hanya tentang mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap sesama. Ketika ada saudara kita tertimpa musibah, kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus hadir, bergerak, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Irwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan bantuan. Ia berharap kepedulian tersebut dapat memberikan manfaat bagi para korban, sekaligus menjadi penyemangat untuk menghadapi hari-hari mendatang.

Bagi warga yang terdampak, bantuan yang diterima bukan hanya tentang uang tunai, bahan pangan, atau pakaian. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa masih banyak orang yang peduli dan bersedia berjalan bersama mereka melewati masa sulit.



Follow Widget