Kementerian PU sendiri menyatakan komitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini. Target tidak berhenti di angka 41.824, dan pembinaan akan terus dilakukan seiring dengan bertambahnya proyek infrastruktur yang dijadwalkan bergulir dalam beberapa tahun ke depan, termasuk proyek-proyek strategis nasional yang membutuhkan tenaga kerja terampil dalam jumlah besar.

Dalam pandangan Dody, investasi pada kualitas SDM konstruksi adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan terasa tidak hanya oleh industri, tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat. Pekerja yang kompeten menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, dan infrastruktur yang baik membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya.

“Penguatan kompetensi SDM diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, membuka peluang kerja yang lebih baik, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah target ambisius pemerintah untuk menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur prioritas, ketersediaan tenaga kerja berkompeten menjadi salah satu variabel kunci yang sering luput dari perhatian publik. Program sertifikasi ini menempatkan pemerintah dalam posisi yang lebih proaktif, tidak sekadar membangun fisik, tetapi juga menyiapkan manusianya.

Langkah ini juga sejalan dengan tekanan global terhadap standar konstruksi yang semakin ketat. Proyek-proyek berskala besar, terutama yang melibatkan investasi asing, kerap mensyaratkan tenaga kerja bersertifikasi sebagai prasyarat kontrak. Dengan basis tenaga kerja tersertifikat yang semakin besar, daya saing industri konstruksi Indonesia di panggung internasional pun semakin diperkuat.



Follow Widget