Terlepas dari pro dan kontra yang menyertainya, kebijakan sayembara ini mengirimkan pesan tegas dari pemerintah Jawa Barat: kejahatan jalanan adalah musuh bersama, dan perlawanannya pun harus bersifat kolektif—antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Jawa Barat sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia memang menghadapi tantangan keamanan yang tidak sederhana. Dengan lebih dari 49 juta jiwa tersebar di berbagai kabupaten dan kota, menjaga ketertiban membutuhkan lebih dari sekadar patroli rutin.
Kini, bola ada di tangan warga. Apakah sayembara ini akan benar-benar efektif menekan angka kejahatan, atau justru membuka potensi masalah baru, waktu yang akan membuktikannya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.