Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, mengakui bahwa keakuratan data adalah kunci dari perencanaan pendidikan yang efektif. Ia menyambut positif kerja sama ini dan menekankan dampak langsungnya di lapangan.

“Dengan data yang sinkron, kami bisa mengetahui secara pasti jumlah anak usia 6 sampai 18 tahun yang belum bersekolah dan mengetahui alamatnya, sehingga dapat dilakukan intervensi,” ujar Irwan.

Intervensi yang dimaksud bukan hanya soal mendaftarkan anak ke sekolah terdekat. Lebih dari itu, pemerintah daerah kini memiliki peta yang jelas tentang siapa, di mana, dan mengapa seorang anak tidak bersekolah—informasi yang sebelumnya tersebar dan tidak terstruktur.

Aplikasi STARLA juga diharapkan meringankan beban tenaga pendidik di wilayah terpencil. Selama ini, pemutakhiran data dan pengurusan dokumen kependudukan kerap mengharuskan guru atau staf sekolah menempuh perjalanan jauh ke pusat penerbitan dokumen.

Irwan menjelaskan bahwa dengan STARLA, proses tersebut bisa dilakukan dari sekolah masing-masing tanpa harus bolak-balik ke kantor Disdukcapil. “Ini untuk masa depan pendidikan Sinjai,” tegasnya.



Follow Widget