Wafat dengan Jubah Badar
Sa’ad wafat pada sekitar tahun 55 Hijriah dalam usia kurang lebih delapan puluh tahun. Ia adalah sahabat terakhir yang meninggal dunia dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah — Al-Asyarah Al-Mubasyarun bil Jannah.
Sebelum wafat, ia berwasiat agar dikafani dengan jubah yang ia kenakan saat Perang Badar — perjuangan pertamanya di jalan Allah — sebagai tanda bahwa momen itu adalah kebanggaan terbesar hidupnya. Jenazahnya disalatkan oleh Gubernur Madinah kala itu dan dimakamkan di Baqi’, pemakaman para sahabat yang mulia.
Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash bukan sekadar catatan sejarah. Ia adalah peta jalan tentang bagaimana seseorang bisa teguh ketika semua orang menekan, berani ketika semua orang takut, jujur ketika kekuasaan memberi peluang untuk curang, dan tenang ketika dunia bergolak. Dari pemuda yang menentang ancaman ibunya demi keimanan, hingga panglima yang meruntuhkan kekaisaran terkuat zamannya — Sa’ad mewariskan teladan yang tidak akan usang digerus waktu.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.